NATO Siap Kerahkan Lebih Banyak Pasukan ke Kosovo jika Konflik dengan Serbia Berkobar Lagi

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi konflik Kosovo dan Serbia. (Foto: Ist.)

Kosovo memproklamasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008. Namun, Beograd tak mengakui itu.

Orang-orang Serbia yang tinggal di Kosovo Utara pun sampai hari ini masih menganggap Beograd sebagai ibu kota mereka, bukan Pristina.

Sekitar 3.700 penjaga perdamaian NATO masih ditempatkan di Kosovo, bekas provinsi Serbia itu, untuk mencegah kekerasan antara etnik Albania dan Serbia.

Upaya untuk menerapkan pelat mobil Kosovo di utara negara itu menyebabkan bentrokan antara polisi dan warga etnik Serbia setempat. Para pengunjuk rasa memasang barikade, sehingga warga lain tidak bisa mengaksesnya. Pemerintah Kosovo pun akhirnya setuju untuk menunda pemberlakuan aturan baru itu hingga 31 Oktober.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menyambut baik langkah itu Dia pun memuji situasi yang tenang di Kosovo Utara dan mengatakan bahwa sekarang ini penting untuk menghindari eskalasi baru.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 hari lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

12 hari lalu

Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?

14 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

22 hari lalu

Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal