Namun, Nelson mencurigai program antariksa China itu adalah program militer. Dia pun menuduh Beijing telah mencuri ide dan teknologi dari pihak lain.
“Ini bukan pertama kalinya kepala Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS mengabaikan fakta dan berbicara tidak bertanggung jawab tentang China,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menanggapi tudingan NASA itu, Senin (4/7/2022).
“Pihak AS terus-menerus membangun kampanye kotor terhadap program luar angkasa China yang wajar dan masuk akal, dan China dengan tegas menentang pernyataan tidak bertanggung jawab seperti itu,” tuturnya.
Zhao menegaskan, China selalu mempromosikan pembangunan masa depan bersama bagi umat manusia di luar angkasa. Beijing, kata dia, juga menentang upaya mempersenjatai dan perlombaan senjata apa pun di luar angkasa.
NASA, di bawah program Artemis, berencana mengirim misi berawak untuk mengorbit bulan pada 2024. Badan itu juga berambisi melakukan pendaratan berawak di dekat kutub selatan bulan pada 2025.
Sementara itu, China sedang merencanakan misi tanpa awak ke kutub selatan bulan dalam beberapa waktu dekade ini.