GAZA, iNews.id - Mesir mengancam akan menghentikan perjanjian damai Camp David dengan Israel jika militer Zionis menggelar operasi darat ke Rafah, kota yang dihuni lebih dari 1,4 juta pengungsi Gaza. Operasi serangan darat yang dipadukan dengan gempuran udara bisa menimbulkan banjir darah.
Ancaman pencabutan perjanjian Camp David itu disampaikan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pengiriman pasukan ke Rafah perlu untuk melenyapkan Hamas setelah perang selama 4 bulan.
Dua pejabat Mesir yang meminta identitas mereka disembunyikan karena tak berwenang memberikan pernyataan ke media, mengatakan operasi darat di Rafah juga bisa memaksa penutupan jalur pasokan bantuan ke wilayah tersebut.
Qatar, Arab Saudi, dan negara-negara lain juga telah memperingatkan dampak buruk jika Israel memasuki Rafah.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell juga memperkirakan dampak hubungan Israel dengan negara-negara Arab jika
serangan terjadi.