“Serangan Israel terhadap Rafah akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang tak bisa diungkapkan serta memicu ketegangan yang parah dengan Mesir,” kata Borrell, di media sosial X.
Israel dan Mesir telah berperang lima kali sebelum menandatangani perjanjian Camp David, kesepakatan perdamaian yang ditengahi Presiden AS saat itu Jimmy Carter pada akhir tahun 1970-an. Perjanjian tersebut mencakup beberapa ketentuan yang mengatur penempatan pasukan di kedua sisi perbatasan.
Mesir telah memperkuat perbatasannya dengan Gaza, membuat zona penyangga sepanjang 5 kilometer serta mendirikan tembok beton di atas dan bawah tanah.
Mesir juga membantah tuduhan Israel bahwa Hamas masih mengoperasikan terowongan penyelundupan di bawah perbatasan. Selain itu, Mesir menegaskan pasukannya memegang kendali penuh terhadap perbatasan.
Mesir khawatir serangan Israel ke Rafah akan memicu masuknya ratusan ribu pengungsi Palestina. Begitu masuk Mesir, para pengungsi itu tak akan boleh kembali lagi ke Gaza oleh Israel.