Nah, Kepala Angkatan Bersenjata Israel Desak PM Netanyahu Minta Maaf

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu didesak minta maaf oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata IDF Herzi Halevi (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Perselisihan di internal pemerintahan Israel terkait perang di Jalur Gaza, Palestina, semakin kentara. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel IDF Herzi Halevi menuntut permintaan maaf dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait pernyataannya baru-baru ini.

Stasiun televisi Channel 12 melaporkan, Netanyahu mengkritik militer Zionis karena gagal menekan Hamas untuk menyepakati perundingan gencatan senjata dan pembebasan sandera.

“Selama beberapa bulan, tidak ada kemajuan karena tekanan militer tidak cukup kuat. Saya kira, demi pembebasan sandera dan kemenangan atas Hamas, kita harus memasuki Rafah,” kata Netanyahu, dalam konferensi pers pada Sabtu. 

Para pejabat militer menafsirkan pernyataan itu, Netanyahu sejak beberapa bulan lalu ingin militer memberikan tekanan lebih keras di Rafah. Namun perwira senior militer tidak memenuhinya.

Dalam pertemuan pada Minggu yang juga dihadiri kepala dua badan intelijen Israel, Shin Bet dan Mossad, Halevi mendesak Netanyahu meminta maaf.

"Pernyataan ini serius. Saya menuntut perdana menteri meminta maaf," kata Halevi.

Tak jelas bagaimana respons Netanyahu, namun yang jelas sampai saat ini tak ada permintaan maaf darinya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Internasional
18 jam lalu

Mantan PM Israel Ehud Barak Disebut dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ini Komentar Netanyahu

Internasional
2 hari lalu

Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat

Internasional
2 hari lalu

Nah, Netanyahu Mulai Waswas dengan Kemajuan Militer Mesir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal