Menurut Ryder, 1.100 tentara yang sebelumnya tidak diumumkan berada di Suriah untuk sementara waktu. Mereka telah dikerahkan selama beberapa bulan.
AS mengirim pasukan ke Suriah sejak 2014 dengan misi utama melenyapkan ISIS. Meskipun ISIS sudah dikalahkan pada 2017, pasukan AS tetap bertahan di Suriah sampai saat ini.
AS bersekutu dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi etnis Kurdi. Mereka kini menguasai sebagian besar wilayah timur Suriah.
Namun, Turki selaku mitra AS di NATO, memandang SDF sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya, yakni kedekatan kelompok tersebut dengan kelompok bersenjata Kurdi yang masuk dalam daftar organisasi teroris.
Sementara itu kelompok bersenjata Suriah yang didukung Turki, Hayat Tahrir Al Sham (HTS), telah merebut wilayah yang sebelumnya dikuasai SDF dalam operasi selama 2 pekan terakhir.