Nah! Deplu AS Hapus Kalimat 'Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan' dalam Situs Web

Anton Suhartono
Departemen Luar Negeri AS menghapus kalimat 'Tidak mendukung kemerdekaan Taiwan' dalam pernyataan di situs web (Foto: AP)

"Kami berharap perbedaan lintas Selat bisa diselesaikan secara damai, bebas dari paksaan, dengan cara yang bisa diterima oleh rakyat di kedua sisi Selat (Taiwan)."

Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Lin Chia Lung menyambut baik dukungan dan sikap positif AS terhadap wilayahnya melalui perubahan pernyataan tersebut.

Namun Kemlu China belum memberikan komentarnya.

Penghapusan kalimat tidak mendukung kemerdekaan Taiwan tersebut pertama kali dilaporkan kantor berita pemerintah Taiwan pada Minggu (16/2/2025).

Sebelumnya, pemerintah AS juga pernah menghapus kalimat yang sama yakni pada 2022, sebelum dipulihkan sebulan kemudian.

Pemerintah Taiwan menolak klaim China atas wilayah mereka dengan menegaskan hanya rakyatnya yang berhak memutuskan masa depan mereka. 

Taiwan mengklaim wilayahnya sudah menjadi negara merdeka dengan nama resmi Republik Tiongkok. Namun dunia internasional tak mengakui Taiwan sebagai negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal