"Kami berharap perbedaan lintas Selat bisa diselesaikan secara damai, bebas dari paksaan, dengan cara yang bisa diterima oleh rakyat di kedua sisi Selat (Taiwan)."
Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Lin Chia Lung menyambut baik dukungan dan sikap positif AS terhadap wilayahnya melalui perubahan pernyataan tersebut.
Namun Kemlu China belum memberikan komentarnya.
Penghapusan kalimat tidak mendukung kemerdekaan Taiwan tersebut pertama kali dilaporkan kantor berita pemerintah Taiwan pada Minggu (16/2/2025).
Sebelumnya, pemerintah AS juga pernah menghapus kalimat yang sama yakni pada 2022, sebelum dipulihkan sebulan kemudian.
Pemerintah Taiwan menolak klaim China atas wilayah mereka dengan menegaskan hanya rakyatnya yang berhak memutuskan masa depan mereka.
Taiwan mengklaim wilayahnya sudah menjadi negara merdeka dengan nama resmi Republik Tiongkok. Namun dunia internasional tak mengakui Taiwan sebagai negara.