WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) menarik ratusan personel militer dari Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, di tengah meningkatnya spekulasi serangan terhadap Iran. Pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah akan menjadi sasaran pembalasan Iran jika negara itu diserang lebih dulu.
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip sumber pejabat senior Departemen Pertahanan (Pentagon) melaporkan, selain Al Udeid, pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan Bahrain juga telah ditarik. Pangkalan Bahrain merupakan markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS.
Meski demikian pejabat itu mengatakan, pasukan AS tetap ditempatkan di pangkalan-pangkalan Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Penarikan tersebut memicu spekulasi mengenai potensi serangan AS terhadap Iran serta diartikan sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Para pejabat Iran menegaskan, pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah akan menjadi target yang sah jika negaranya diserang. Iran menghujani pangkalan Al Udeid dengan rudal balistik setelah negaranya diserang militer AS pada 22 Juni 2025. Al Udeid merupakan pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah yang menampung sekitar 10.000 tentara.
Dalam surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres pada Kamis, kepala misi Iran untuk PBB mengatakan jika negaranya diserang, seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di wilayah tersebut akan menjadi sasaran yang sah.
"Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali," demikian isi surat.