Namun, penambahan produksi menghadapi tantangan, yakni perluasan fasilitas dan kekurangan hardware dan software yang bisa memengaruhi upgrade kemampuan F-35.
Laporan tersebut juga memperingatkan, penundaan produksi, kekurangan pasokan, dan pensiunnya pesawat lebih tua, seperti A-10 dan beberapa unit F-22, bisa memberikan pengaruh signifikan.
Selain itu laporan juga mencatat adanya defisit anggaran tahunan sebesar 400 juta dolar AS dalam pendanaan. Selain itu program modernisasi jet tempur generasi keenam F-47, yang menyedot dana besar, bisa memperlambat kemajuan.
INDSG Trump menyerukan agar militer AS menutup kesenjangan kapabilitas guna mempersiapkan potensi konflik dengan China yang telah ditetapkan sebagai saingan strategis utama.
Departemen Pertahanan (Pentagon) juga mendesak peningkatan produksi rudal beberapa kali lipat di tengah kekhawatiran kesiapan menghadapi kemungkinan konfrontasi, terutama terkait dengan Taiwan.
China berulang kali menolak tuduhan tentang agresi militer ke Taiwan serta mengkritik AS karena memicu ketegangan dengan mempersenjatai wilayah itu serta memperluas kehadiran militernya.