Mundur, Bos Badan Intelijen AS Blak-blakan Perang Iran Akibat Tekanan Israel

Anton Suhartono
Pengunduran diri Joe Kent, pejabat intelijen senior Amerika Serikat, membuka fakta mengejutkan di balik perang melawan Iran (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pengunduran diri Joe Kent, pejabat intelijen senior Amerika Serikat (AS) membuka fakta mengejutkan di balik perang melawan Iran. Kent blak-blakan menyebut konflik tersebut terjadi akibat tekanan Israel serta kuatnya lobi di dalam negeri AS.

Pernyataan itu disampaikan Kent saat mengumumkan mundur dari jabatannya, Selasa (17/3/2026). Dia menegaskan tidak bisa lagi mendukung perang yang menurutnya bukan didasarkan pada ancaman langsung, melainkan dorongan politik dari sekutu Washington di Timur Tengah.

Kent menjabat sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional.

Dalam surat pengunduran dirinya, Kent mengungkap alasan mengejutkan. 

“Saya tidak bisa menggunakan hati nurani yang baik, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi AS yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut Iran merupakan ancaman langsung bagi negaranya. Sejumlah pejabat lain juga mengklaim serangan AS sejak 28 Februari dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan serangan lebih dulu Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Namun klaim tersebut bertentangan dengan pengarahan Pentagon kepada Kongres yang menyebut Iran tidak berencana menyerang, kecuali jika diserang terlebih dahulu.

Trump memberikan alasan yang berubah-ubah terkait serangan ke Iran, mulai dari melindungi demonstran anti-pemerintah, mencegah Teheran memiliki senjata nuklir dan rudal jarak jauh, hingga upaya menggulingkan rezim yang dituduh mendukung terorisme.

Bahkan, Trump juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk melakukan perlawanan dan merebut pemerintahan mereka sendiri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal