“Mengingat penolakan Presiden Putin untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini, Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang mendanai mesin perang Kremlin,” ucap Bessent.
Dia menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah tambahan demi mendukung upaya Presiden Donald Trump dalam mengakhiri konflik.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menilai, sanksi baru itu justru sama sekali tidak membantu upaya negosiasi damai di Ukraina.
“Kami memandang langkah ini sepenuhnya kontraproduktif, termasuk dalam hal memberikan sinyal dukungan guna mencapai solusi negosiasi yang signifikan atas konflik Ukraina,” ujarnya.
Dia menegaskan, Rusia sudah terbiasa menghadapi tekanan ekonomi dari Barat. Selama 3 tahun terakhir, Moskow terus menjadi target sanksi bertubi-tubi, namun ekonomi domestiknya tetap bertahan.
“Langkah-langkah seperti ini tidak akan berpengaruh besar bagi kami,” katanya.