Moderna Klaim Vaksinnya Efektif 93 Persen Setelah 6 Bulan, tapi Rekomendasikan Booster

Anton Suhartono
Moderna mengklaim vaksinnya masih efektif 93 persen melawan Covid-19 reguler 6 bulan setelah pemberian dosis kedua (Foto: Antara)

Sementara itu CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan, perusahaan tidak bisa memproduksi lebih dari 800 juta hingga 1 miliar dosis yang ditargetkan untuk tahun ini. Kapasitas produksi perusahaan sudah berada pada puncaknya.

"Kami tidak menerima pesanan lagi untuk 2021 karena kami benar-benar habis," katanya.

Bersama produsen vaksin berbasis mRNA lainnya, Pfizer, Moderna merekomendasikan suntikan booster. Namun para pejabat dari pemerintahan negara pengguna, termasuk Amerika Serikat, menuntut lebih banyak bukti terlebih dulu.

Berdasarkan penelitian di beberapa negara, varian Delta memang menurunkan tingkat efektivitas vaksin Covid-19. Namun untuk vaksin mRNA seperti Pfizer, penurunan efektivitas tak sampai menyebabkan penyakit parah bagi pengguna.

Pfizer pada pekan lalu mengungkap data, kemanjuran vaksinnya berkurang sekitar 6 persen setiap 2 bulan atau menjadi sekitar 84 persen 6 bulan setelah suntikan kedua. Ini menjadi alasan Pfizer untuk meminta otorisasi suntikan booster di AS mulai akhir bulan ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir

57 tahun lalu

Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB

57 tahun lalu

Iran Sebut Semua Tuntutannya Dipenuhi AS dalam Perjanjian Damai: Musuh Kalah Perang!

57 tahun lalu

Kapten Timnas Iran Curhat soal Piala Dunia di Tengah Perang dengan AS, Jadi Penuh Ketegangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal