Sementara itu CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan, perusahaan tidak bisa memproduksi lebih dari 800 juta hingga 1 miliar dosis yang ditargetkan untuk tahun ini. Kapasitas produksi perusahaan sudah berada pada puncaknya.
"Kami tidak menerima pesanan lagi untuk 2021 karena kami benar-benar habis," katanya.
Bersama produsen vaksin berbasis mRNA lainnya, Pfizer, Moderna merekomendasikan suntikan booster. Namun para pejabat dari pemerintahan negara pengguna, termasuk Amerika Serikat, menuntut lebih banyak bukti terlebih dulu.
Berdasarkan penelitian di beberapa negara, varian Delta memang menurunkan tingkat efektivitas vaksin Covid-19. Namun untuk vaksin mRNA seperti Pfizer, penurunan efektivitas tak sampai menyebabkan penyakit parah bagi pengguna.
Pfizer pada pekan lalu mengungkap data, kemanjuran vaksinnya berkurang sekitar 6 persen setiap 2 bulan atau menjadi sekitar 84 persen 6 bulan setelah suntikan kedua. Ini menjadi alasan Pfizer untuk meminta otorisasi suntikan booster di AS mulai akhir bulan ini.