Tuduhan itu disampaikan beberapa hari setelah Marisa membuka situs web berisi koleksi fotonya. Halaman web itu menampilkan semua negara yang pernah menjadi persinggahannya untuk pengambilan foto telanjang.
Perbuatan kontroversial Marisa bukan baru kali ini terjadi, sebelumnya dia membuat masalah dengan berpose bugil di depan gedung-gedung ikonik seluruh dunia. Pada 2018, dia ditangkap di Italia karena berpose telanjang di depan Vatikan.
Dia juga memicu kemarahan karena berpose telanjang di dekat tempat ibadah Yahudi, Tembok Ratapan Yerusalem.
Dia juga ditangkap di Mesir karena pelanggaran yang sama di Kuil Karnak, Luxor. Beruntung baginya karena otoritas Mesir membebaskannya dengan hanya membayar denda.
Marisa beralasan aksi bugilnya itu untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan perempuan.
"Ini merupakan teriakan untuk kebebasan. Saya ingin kembali ke masa ketika perempuan menjadi ratu.
Itulah mengapa saya ingin pergi ke semua negara ini ketika perempuan ditindas. Seperti saya katakan, ini merupakan teriakan untuk kebebasan dan saya ingin mereka membaca pesan saya," tuturnya, kepada The Sun.