"Penemuan ini menyangkal teori sebelumnya bahwa kerangka di Danau Roopkund berasal dari periode waktu yang sama,” katanya, melanjutkan.
Populasi manusia paling kuno yang tewas di Danau Roopkund disebut sebagai Roopkund_A, terdiri atas 23 laki-laki dan perempuan keturunan Asia Selatan. Mereka tewas sekitar 1.200 tahun lalu. Selain itu, teknologi radiokarbon membuktikan kematian mereka tidak disebabkan badai es seperti teori sebelumnya.
Sejumlah individu Roopkund_A diperkirakan tewas sepanjang kurun 675-769 SM hingga 894-985 SM. Perbedaan antara kedua kurun waktu tersebut berarti mereka tidak mati secara bersamaan.
Tim yang dipimpin Harney kemudian menemukan populasi kedua yang diberi nama Roopkund_B. Kelompok ini tewas hanya beberapa abad lalu atau sekitar tahun 1800-an. Kelompok ini termasuk 14 laki-laki dan perempuan keturunan Mediterania Timur yang secara genetik mirip penghuni Pulau Crete di Yunani.
Populasi ketiga terdiri dari hanya satu orang, Roopkund_C, yaitu laki-laki keturunan Asia Timur yang tewas secara bersamaan dengan Roopkund_B.