Sebelum ditahan, Kordia juga sempat ditangkap oleh pihak berwenang setempat pada 2024 karena mengikut demonstrasi pro-Palestina di Universitas Columbia.
Kordia dan para demonstrasn, termasuk beberapa kelompok Yahudi, memprotes penangkapan itu dengan alasan mereka dituduh mendukung Hamas. Pemerintah AS dianggap keliru menyamakan kritik terhadap serangan Israel ke Gaza dan pendudukan wilayah Palestina dengan antisemitisme. Selain itu upaya mengadvokasi hak-hak Palestina dianggap mendukung ekstremisme.
Menurut Kordia, saat itu, dia menjadi sasaran karena aktivitas pro-Palestina seraya menggambarkan kondisi di fasilitas penahanan dengan kotor, penuh sesak, dan tidak manusiawi.