Sebelumnya, seorang ayah bernama Mir Nazir yang telah merencanakan untuk menjual anaknya yang berumur 4 tahun untuk memberi makan anggota keluarganya yang lain.
“Ini bukan tentang sebuah pilihan, tapi sebuah hal yang sangat mendesak. Saya memilih untuk mati daripada menjual anak. Tapi jika saya mati, siapa yang akan memberi makan anggota keluarga yang lain?” ucap Mir Nazir.
Kejadian ini semakin marak setelah anggota Taliban dikabarkan membeli anak perempuan mulai dari harga Rp15 juta untuk dinikahi atau bahkan diasuh hingga dewasa untuk dijadikan budak seks.
Dilansir dari The Sun, anak-anak di bawah umur dijual antara £811 dan £2.027 (setara dengan Rp15 juta hingga Rp38 juta) atau ditukar dengan senjata atau hewan ternak.
Praktik ini dikatakan tersebar luas di distrik dekat Kabul dan telah bertambah banyak semenjak jatuhnya pemerintah. Diperparah dengan keruntuhan keuangan akibat Taliban yang mengambil alih kekuasaan negara tersebut.