Mirip Kanjuruhan, Puluhan Suporter Guinea Tewas Terinjak-injak saat Keluar Stadion

Anton Suhartono
Kerusuhan pertandingan sepak bola di Guinea menewaskan 56 orang (Foto: The Independent)

Tembakan gas airmata tersebut memicu kepanikan yang membuat para suporter bergegas keluar stadion melalui pintu sempit hingga terjadi kekisruhan.

Perdana Menteri Amadou Oury Bah mendesak penyelidikan segera untuk mengungkap siapa yang harus bertanggung jawab.

"Demonstrasi ketidakpuasan terhadap keputusan wasit menyebabkan lemparan batu oleh para suporter menyebabkan kepanikan yang mematikan. Layanan rumah sakit melaporkan, jumlah korban sementara 56 orang tewas dan beberapa lainnya luka,” kata Amadou, dalam pernyataan, seperti dikutip Anadolu, Selasa (3/12/2024). 

Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas insiden tersebut.

Peristiwa ini mengingatkan akan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022 yang menewaskan sekitar 135 orang. Polisi menembakkan gas airmata untuk mencegah para suporter Arema Malang setelah tim kesayangan mereka kalah dalam laga melawan Persebaya Surabaya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Makassar Bergelora, Festival Sepak Bola Rakyat 2026 Diserbu Ratusan Talenta Muda

57 tahun lalu

Ngeri! Pesepakbola Brasil Cedera Horor, Rekan Setim Sampai Menangis di Lapangan

57 tahun lalu

Kronologi Kerusuhan di Jayapura usai Persipura Kalah dari Adhyaksa FC, Suporter Bakar Mobil

57 tahun lalu

Polda Metro Buru Dalang Rencana Kerusuhan May Day, Aliran Dana Terungkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal