Minyak Goreng Jadi Senjata Baru Trump Lawan China

Anton Suhartono
Donald Trump menghentikan impor minyak goreng.dari China (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat panas hubungan dagang dengan China. Kali ini, bukan tarif tinggi atau pembatasan teknologi yang menjadi senjata, melainkan minyak goreng. Dalam pernyataannya, Trump mengancam akan menghentikan seluruh impor minyak goreng dari China sebagai langkah balasan atas keputusan Beijing yang menangguhkan pembelian kedelai asal AS.

Langkah tersebut menandai babak baru dalam rivalitas ekonomi dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Jika sebelumnya perang dagang berkisar pada chip, logam tanah jarang, dan kendaraan listrik, kini bahan pangan sehari-hari pun ikut terseret dalam konflik geopolitik yang kian meluas.

Kedelai Vs Minyak Goreng

Trump menuding China sengaja menghentikan pembelian kedelai AS untuk melemahkan sektor pertanian domestik AS. Dia menyebut langkah Beijing sebagai “tindakan bermusuhan secara ekonomi” yang dirancang untuk menekan petani Amerika.

“Saya yakin China sengaja tidak membeli kedelai kita. Ini serangan terhadap para petani Amerika,” kata Trump, di platform media sosial, Truth Social, dikutip Kamis (16/10/2025).

Sebagai balasan, Trump menyebut Washington tengah mempertimbangkan penghentian total impor minyak goreng bekas (UCO) dari China. 

“Kita bisa memproduksi minyak goreng sendiri. Tidak perlu lagi bergantung pada China,” ujarnya.

Sinyal Perang Dagang Babak Baru

Kebijakan ini menunjukkan Trump semakin agresif dalam menekan Beijing. Setelah sebelumnya mengancam tarif 100 persen terhadap produk China, kini dia menargetkan sektor yang sebelumnya tak tersentuh, pangan dan bioenergi.

China selama ini menjadi salah satu pemasok utama minyak goreng bekas ke AS, terutama untuk kebutuhan industri biofuel seperti etanol. Meski sebagian besar pasokan minyak goreng AS berasal dari Kanada dalam bentuk kanola, ketergantungan terhadap impor dari China masih signifikan untuk sektor energi alternatif dan industri makanan.

Dengan kebijakan baru Trump, rantai pasok global berpotensi terguncang. Negara-negara lain seperti Indonesia, Malaysia, dan Brasil bisa menjadi alternatif pemasok minyak nabati ke pasar AS, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar global.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Fantastis! Israel Habiskan Rp100 Triliun Lebih untuk Perang 20 Hari Lawan Iran

Internasional
1 hari lalu

Nah, Pemerintahan Trump Mulai Waswas Harga BBM Melonjak Dampak Serangan ke Iran

Internasional
1 hari lalu

PM Spanyol Sanchez: Eropa Menentang Perang Iran, Ilegal!

Internasional
1 hari lalu

Trump Sindir PM Jepang soal Serangan ke Pearl Harbor saat Singgung Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal