Militer Kongo dan Uganda Bersatu, 31 Orang yang Disandera Pemberontak Bebas

Umaya Khusniah
Militer Kongo dan Uganda bersatu melawan pemberontak Pasukan Demokrat Sekutu (ADF). (Foto: Reuters)

Pada 30 November, militer Kongo dan Uganda melancarkan serangan udara dan tembakan artileri terhadap pemberontak ADF di Republik Demokratik Kongo bagian timur.

Kedua pasukan dua negara saat ini terlibat dalam pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi jalan. Tujuannya untuk memfasilitasi dan mengamankan pergerakan militer dan pemindahan penduduk sipil, khususnya di Mbau-Kamango dan Nobili-Kamango-Semuliki-Beni.

ADF dituduh membunuh warga sipil selama lebih dari satu dekade di desa-desa di timur Republik Demokratik Kongo. Mereka juga disalahkan atas serangan bom di negara tetangga Uganda.

Gereja Katolik Kongo mengatakan, ADF bertanggung jawab atas 6.000 kematian warga sipil di negara tersebut sejak 2013. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengakuan Pemain RD Kongo: Tak Ada Instruksi Jaga Ketat Ronaldo, Dia Sudah Tua

57 tahun lalu

TNI: Prajurit Hadir di Ranah Sipil Jangan Buru-buru Dianggap Militerisme

57 tahun lalu

Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?

57 tahun lalu

WHO Peringatkan Outbreak Ebola Menyebar Lebih Cepat dari Perkiraan, 1.000 Kasus Terdeteksi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal