Militer Bangladesh Dukung Penuh Muhammad Yunus Pimpin Pemerintahan Sementara

Ahmad Islamy Jamil
Ekonom Bangladesh yang juga peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus. (Foto: EPA)

Pada Senin (5/8/2024) lalu, Perdana Menteri Sheikh Hasina dan saudara perempuannya meninggalkan kediaman resminya di Ibu Kota Dhaka untuk mencari tempat aman. Ribuan pengunjuk rasa menyerbu istana Hasina, setelah perempuan itu kabur ke luar negeri dengan helikopter militer.

Kerusuhan melanda Bangladesh sejak bulan lalu. Kekacauan itu berpangkal dari kebijakan pemerintah menerapkan sistem kuota yang diskriminatif dalam rekrutmen lapangan kerja di sektor publik. 

Sistem kuota yang diterapkan Hasina itu menyediakan sekitar 30 persen posisi untuk keturunan para pejuang kemerdekaan Bangladesh pada gerakan pembebasan tahun 1971. Para pejuang itu memiliki ikatan historis dan politik dengan keluarga Hasina, terutama ayahnya yang juga pendiri Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman.

Para mahasiswa lalu menggelar aksi unjuk rasa untuk melawan kebijakan yang tak adil itu. Mereka menilai sistem kuota tersebut tidak memberikan kesempatan yang setara bagi semua rakyat untuk menjadi pegawai publik.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?

57 tahun lalu

1.773 ASN Jalani Latihan Dasar Militer, Siap Jadi Komcad

57 tahun lalu

Krisis BBM! Warga Bangladesh Antre SPBU dari Malam sampai Pagi, Beberapa Orang Tewas

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal