JAKARTA, iNews.id - Investor legendaris logam mulia Eric Sprott kembali mencuri perhatian dunia. Pria berusia 81 tahun itu diketahui menempatkan sekitar 98 persen kekayaannya pada emas dan perak.
Melansir Forbes, total nilai kekayaan Sprott saat ini mencapai lebih dari 3,3 miliar dolar AS atau setara Rp58,42 triliun (kurs Rp17.710 per dolar AS).
Diketahui, Sprott mulai berinvestasi di logam mulia sejak dekade 1980-an. Dalam dua tahun terakhir, nilai investasinya melonjak hampir empat kali lipat berkat reli harga emas dan perak global.
Saat diwawancarai Forbes pada akhir Januari ketika berada di San Jose, Kosta Rika, Sprott tetap optimistis meski harga logam mulia mengalami fluktuasi tajam. Kala itu, harga perak sempat menyentuh rekor 100 dolar AS per ons sebelum akhirnya turun drastis.
“Baik saham emas maupun perak masih sangat undervalued. Saya pikir harganya akan naik jauh lebih tinggi. Perak bisa mencapai 200 dolar AS bahkan 300 dolar AS per ons. Emas bisa menyentuh 10.000 dolar AS,” ujar Sprott dikutip, Sabtu (23/5/2026).
Beberapa hari kemudian, harga perak anjlok sepertiga menjadi 76 dolar AS per ons dan emas turun di bawah 5.000 dolar AS. Namun, Sprott mengaku tidak terganggu dengan gejolak tersebut.
Menurutnua, volatilitas harga merupakan hal wajar di tengah meningkatnya konflik global dan ketidakpastian ekonomi dunia yang membuat investor mencari aset aman.
Kemudian, Sprott juga menilai lonjakan harga emas dan perak dipicu kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu boros dalam mencetak uang dan meningkatkan belanja negara.
“Saya rasa semua orang tahu pemerintah di berbagai negara terlalu tidak bertanggung jawab dalam sistem keuangan, mulai dari pencetakan uang hingga pengeluaran berlebihan,” ucapnya.