Di sisi-sisi jalan dipasang kursi-kursi agar jemaah bisa beristirahat karena perjalanan yang panjang. Jalan pejalan kaki itu juga dipasang 500 penghalang beton berbentuk bola untuk mencegah masuknya kendaraan.
Selain itu untuk membuat suhu lebih sejuk, dipasang tiang air di sekitar sisi jalan. Ada pula stasiun air minum dan payung untuk melindungi dari sinar matahari.
Sementara itu untuk mengurangi suhu trotoar, area pijakan dilapisi aspal khusus yang bisa mengurangi panas. Lapisan khusus itu juga digunakan pada jalan menuju fasilitas Jamarat.
Dirjen Tempat Suci mengatakan, pelapisan itu berkontribusi mengurangi suhu dari 20 menjadi 15 derajat Celcius.
Begitu jemaah tiba di Muzdalifah, mereka bermalam serta melaksanakan sholat Magrib dan Isya dijamak. Setelah itu mereka mengumpulkan batu kerikil untuk melempar jumroh.
Kemudian pada Rabu (28/6/2023) pagi atau bersamaan dengan Idul Adha mereka melempar jumroh di Mina.