Salah satu penggagas pameran tersebut, Oleksiy Syvak menjelaskan, “War up Close” adalah sebuah proyek museum digital yang bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat dunia secara perinci seperti apa dampak dari agresi Rusia ke Ukraina. Dengan menggunakan perangkat kacamata VR, orang-orang dapat merasakan bahwa mereka benar-benar sedang berada di tengah kota Ukraina yang hancur. Pengalaman tersebut mereka peroleh dengan bantuan panorama melingkar dalam format 360 derajat, video dari drone, serta tur virtual.
Beberapa kota yang ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain, Kiev, Kharkiv, Chernihiv, dan Zaporizhzhia. Selain itu, ditunjukkan juga dampak perang yang terjadi di beberapa provinsi Ukraina seperti Provinsi Sumy, Chrnihiv, dan Kiev.
“Dalam pameran ini, setidaknya ada 16 tempat yang kami tampilkan,” ujar Syvak.
Selama ini, Moskow selalu mengklaim tindakan militernya terhadap Kiev hanya menyasar target-target militer Ukraina. Namun, kata Syvak, hasil dokumentasi yang dipaparkan dalam pameran ini setidaknya dapat membuktikan bahwa klaim Rusia tersebut tidak benar.
“Saya dapat mengatakan bahwa perang ini bukan tentang (Rusia) melawan kekuatan militer (Ukraina), tetapi memerangi Ukraina sebagai sebuah bangsa,” katanya.
“Dan pesan kami kepada dunia adalah, Ukraina tidak akan menyerah,” ucap Syvak.
Bagi Anda yang tertarik untuk merasakan pengalaman virtual menyaksikan kota-kota Ukraina yang hancur akibat agresi militer Rusia dapat menggunakan perangkat VR dan mengakses laman war.city.