Menteri Pendidikan Taliban Ngotot Tutup Akses Universitas Bagi Mahasiswi

Umaya Khusniah
Penjabat Menteri Pendidikan Tinggi Taliban Afghanistan ngotot untuk tetap menutup akses universitas untuk para mahasiswi. (Foto: Reuters)

Hari sebelumnya, mahasiswa di Universitas Nangahar di Afghanistan timur juga menggelar aksi protes. Mahasiswa kedokteran laki-laki keluar dari ujian sebagai aksi protes karena teman sekelas perempuan mereka dikeluarkan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Taliban mencoba untuk menghukum perempuan Afghanistan agar mendapat masa depan yang gelap tanpa kesempatan dengan melarang mereka menghadiri universitas. Dia meminta Taliban membatalkan aturan tersebut. 

"Kami terlibat dengan negara lain dalam hal ini sekarang. Akan ada konsekuensi jika ini tidak dibatalkan," kata menteri luar negeri AS dalam konferensi pers. 

Namun Menteri Pendidikan Tinggi mengatakan, Taliban meminta dunia untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri. Nadim mengatakan diskusi tentang pendidikan perempuan sedang berlangsung.

Dia juga menekankan pemerintahan yang dikelola Taliban menghormati hak-hak perempuan sesuai dengan hukum Islam.

Sejak Taliban mengambil alih, mahasiswa dan profesor mengatakan kelas universitas telah dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Mahasiswi juga telah menyesuaikan pakaian mereka untuk memenuhi instruksi seperti menutupi wajah dan mengenakan warna gelap.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
22 hari lalu

Dosen Universitas Budi Luhur Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

Internasional
23 hari lalu

Salut! Afghanistan Kirim 530 Ton Bantuan ke Gaza meski Perekonomiannya Terpuruk

Megapolitan
28 hari lalu

Universitas Budi Luhur Nonaktifkan Dosen terkait Dugaan Pelecehan Mahasiswi

Bisnis
2 bulan lalu

BRI Tumbuhkan Kreativitas Pelaku Usaha Hijasmita, Desain Hijab Modern Bernuansa Lokal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal