Menlu Rusia: Operasi Militer ke Ukraina untuk Mengakhiri Dominasi AS di Panggung Dunia

Anton Suhartono
Sergei Lavrov (Foto: Reuters)

Dia juga mengecam kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell yang pernyataannya seolah mendorong pertempuran panjang di Ukraina. Borrell pada akhir pekan lalu mengatakan, konflik tertentu hanya bisa diselesaikan di medan perang, bersamaan dengan pengumuman bantuan militer lebih besar untuk Ukraina.

“Ketika seorang kepala diplomatik mengatakan konflik tertentu hanya dapat diselesaikan melalui aksi militer. Iya, itu pasti pernyataan pribadi. Dia salah bicara atau berbicara tanpa berpikir, membuat pernyataan yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Itu komentar yang keterlaluan,” tuturnya.

Menurut dia, peran Uni Eropa telah bergeser terkait krisis keamanan Ukraina. Sebelumnya Uni Eropa tidak memosisikan diri sebagai organisasi militer dan berjuang secara bersama-sama melawan ancaman yang diciptakan.

Lavrov menilai, perubahan itu merupakan buah dari tekanan yang diberikan AS kepada para anggota Uni Eropa sehingga mendorong mereka lebih dekat ke NATO.

Padahal, kata Lavrov, Rusia ingin krisis Ukraina diselasaikan di meja perundingan. Rusia tetap pada tuntutannya yakni Ukraina harus menyatakan diri sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung ke NATO.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

57 tahun lalu

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal