"Apakah kita benar-benar memiliki komitmen untuk membangun kepercayaan dan berupaya mencapai SDGs? Apakah kehadiran kita di SMU PBB ini benar-benar menunjukkan kesiapan kita untuk bersatu dan menunaikan tanggung jawab bersama? Apakah kita benar-benar mau melakukan apa yang kita sampaikan (walk the talk)?" tuturnya.
Indonesia, lanjut Retno, menawarkan tiga strategi untuk membangun kembali kepercayaan dunia serta menghidupkan kembali solidaritas global.
Strategi pertama, kata Retno, Indonesia mendesak kepemimpinan kolektif global.
“Nasib dunia tidak boleh ditentukan oleh segelintir pihak/negara," ujarnya.
Dunia yang damai, stabil, dan sejahtera adalah hak dan tanggung jawab kolektif seluruh negara, baik besar maupun kecil, di utara atau selatan, negara maju atau negara berkembang.
Lebih lanjut Retno mendesak seluruh pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional, khususnya prinsip utama kedaulatan dan integritas wilayah serta memastikan semua perbedaan diselesaikan di atas meja perundingan, bukan di medan perang.