Sebelumnya, melalui keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Menlu Motegi mengecam keras situasi di Myanmar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Untuk itu, dia menyambut baik upaya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) membantu mengatasi situasi di Myanmar. Motegi juga menyampaikan rasa hormat atas kepemimpinan Indonesia dalam upaya tersebut.
“Dengan tetap menghormati prinsip nonintervensi, sejak awal ASEAN telah menawarkan bantuan kepada Myanmar,” kata Retno.
“Dialog harus diupayakan untuk mengembalikan demokrasi, perdamaian, dan stabilitas di Myanmar,” tutur Menlu Retno.
Dalam kunjungannya ke Tokyo, Retno juga sempat berdiskusi dengan utusan khusus Jepang untuk rekonsiliasi nasional Myanmar, Sasakawa Yohei.
Sedikitnya 510 warga sipil tewas dalam dua bulan unjuk rasa untuk melawan kudeta militer di Myanmar, menurut kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP). Kelompok itu juga mencatat, Sabtu (27/3/2021) lalu menjadi hari paling berdarah selama unjuk rasa antikudeta di Maynmar, dengan total 141 korban tewas.