Menlu Iran: Negara Barat Tak Ingin Negosiasi Nuklir, tapi Konflik

Anton Suhartono
Abbas Araghchi melontarkan kritik tajam terhadap AS serta tiga negara Eropa (Prancis, Inggris, Jerman), terkait sanksi baru soal nuklir (Foto: AP)

“Saya sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami. Jadi, tidak ada alasan bagi kami untuk memercayai Amerika Serikat lagi,” kata Araghchi, dikutip dari Sputnik, Sabtu (27/9/2025).

“Kata-kata dan tindakan mereka tidak sejalan. Tujuan mereka adalah konfrontasi, bukan dialog,” ujarnya, menegaskan.

Peringatan untuk PBB

Menlu Iran juga mendesak Sekjen PBB Antonio Guterres agar tidak terjebak dalam upaya mengaktifkan kembali mekanisme sanksi terhadap Teheran. 

Segala usaha untuk memulihkan sanksi yang sudah dicabut akan melanggar hukum internasional.

“Segala upaya untuk memulihkan sanksi yang telah dicabut harus ditolak. Tidak ada sumber daya yang boleh mendukung mekanisme ilegal ini,” tuturnya.

Dengan sikap keras AS dan Eropa, ditambah kegagalan Dewan Keamanan PBB menghasilkan resolusi, posisi Iran semakin sulit di kancah diplomasi internasional. Namun, pernyataan Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada tekanan Barat dan tetap memandang jalur konfrontasi sebagai pilihan yang dipaksakan pihak lawan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini

57 tahun lalu

Presiden Jerman ke Indonesia Besok, Bertemu Prabowo hingga Kunjungi Masjid Istiqlal

57 tahun lalu

Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang

57 tahun lalu

Trump: Hubungan AS-Iran Akan Jauh Lebih Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal