Mengkhawatirkan, 3.700 Orang Meninggal di Kota New York Tanpa Terdeteksi akibat Virus Corona

Anton Suhartono
Lebih dari 3.700 orang di Kota New York meninggal dengan gejala virus corona (Foto: AFP)

“Sementara data ini mencerminkan dampak tragis virus di kota kami, mereka juga membantu kami menentukan skala dan ruang lingkup epidemi dan membimbing kami dalam membuat keputusan, "kata komisioner kesehatan kota, Oxiris Barbot, dikutip dari AFP, Rabu (15/4/2020).

Berdasarkan pedoman yang dikeluarkan dinas, hanya orang yang sudah dites dan hasilnya menunjukkan positif bisa dikategorikan penyebab kematiannya.

Wali Kota New York Bill de Blasio pekan lalu mengakui, angka kematian resmi akibat virus corona mungkin tak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Banyak orang yang meninggal di rumah dengan gejala sangat mirip namun tak dikategorikan sebagai korban Covid-19.

Kasus kematian lain juga terdeteksi di panti-panti jompo maupun fasilitas perawatan jangka panjang lainnya.

Menurut dia, hal ini disebabkan kurang luasnya tes virus corona ke semua warga.

Sementara itu Negara Bagian New York menanggung beban besar dari pandemi virus corona. Hampir setengah dari total kasus kematian di AS berada di negara bagian tersebut. Wilayah ini melaporkan hampir 11.000 kasus kematian.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal