Kehadiran PHL-03 di arsenal Kamboja memberi dampak psikologis dan taktis signifikan terhadap Thailand. Beberapa analis pertahanan menyebut bahwa kemampuan jangkau jauh dan daya ledak besar membuat Thailand harus berpikir dua kali sebelum mengerahkan pasukan besar ke daerah perbatasan.
Apalagi, roket ini mampu digunakan dalam kombinasi dengan sistem pengintaian drone, yang memungkinkan serangan presisi ke posisi logistik, gudang amunisi, hingga pusat komando lawan dari jarak aman.
Meskipun Thailand memiliki kekuatan militer jauh lebih besar dan anggaran pertahanan lima kali lipat lebih tinggi dari Kamboja, keberadaan senjata seperti PHL-03 dapat mengganggu kalkulasi militer mereka.
Bukan hanya karena potensi kerusakan besar yang bisa ditimbulkan, tetapi juga karena PHL-03 sulit untuk dicegat secara konvensional. Rudal-rudalnya terbang dengan kecepatan tinggi dan dapat menyebar dalam pola yang menyulitkan sistem pertahanan udara menangkal semuanya secara efektif.
Dalam konflik perbatasan, PHL-03 memungkinkan Kamboja melakukan serangan dadakan atau respons cepat jika terjadi pelanggaran wilayah, membuat Thailand harus memperkuat sistem pertahanan jarak jauh dan membangun posisi-posisi anti-roket lebih banyak di perbatasan.