Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Anton Suhartono
Dunia internasional menyoroti berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara Amerika Serikat dan Rusia (Foto: Kemhan Rusia via AP)

Rusia menangguhkan partisipasinya dalam inspeksi New START dan menolak akses pemeriksa AS ke fasilitas nuklirnya. Sebaliknya, Washington menuding Moskow melanggar ketentuan perjanjian. Ketegangan tersebut akhirnya berujung pada berakhirnya New START tanpa kesepakatan lanjutan.

Dengan berakhirnya perjanjian ini, AS dan Rusia kini tidak lagi terikat secara hukum pada batas jumlah hulu ledak nuklir strategis. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan munculnya perlombaan senjata nuklir baru dan meningkatnya risiko ketidakstabilan global.

Para pakar dan aktivis pengendalian senjata menilai, ketiadaan New START menghilangkan transparansi dan prediktabilitas dalam hubungan nuklir kedua negara. Padahal, AS dan Rusia bersama-sama menguasai lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia.

Berakhirnya New START juga menjadi alarm bagi komunitas internasional akan rapuhnya rezim pengendalian senjata nuklir global. Tanpa kesepakatan pengganti, dunia dinilai memasuki fase baru yang lebih berisiko dalam sejarah persaingan nuklir antarnegara besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya

57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal