ANKARA, iNews.id - Nama organisasi Al Majd Eropa mendadak menjadi sorotan setelah kisah 153 warga Gaza yang terdampar di Afrika Selatan mengemuka. Organisasi yang mengklaim sebagai lembaga kemanusiaan ini disebut menawarkan jalur aman bagi warga Gaza untuk keluar dari wilayah perang, bahkan menjanjikan penerbangan menuju Indonesia.
Namun investigasi mengungkap fakta yang jauh lebih kompleks, bahkan melibatkan dugaan kerja sama dengan militer Israel, Cogat.
Kasus ini terungkap setelah kesaksian seorang pria Gaza bernama Bashir, yang membayar 1.400 dolar AS demi bisa terbang ke Jakarta, namun justru dipindahkan ke Afrika Selatan melalui penerbangan carter misterius.
Lantas, apa sebenarnya Al Majd Eropa?
Mengklaim lembaga kemanusiaan, namun jejaknya tak jelas. Di situs resminya, Al Majd Eropa menyatakan bahwa organisasi ini didirikan di Jerman pada 2010, berkantor di Yerusalem Timur, dan bergerak dalam misi kemanusiaan membantu warga Palestina.
Namun surat kabar Israel Haaretz menemukan hal berbeda. Organisasi ini ternyata terdaftar di Estonia, bukan Jerman,
beroperasi melalui perusahaan konsultan palsu. Situs webnya tidak mencantumkan alamat, nomor telepon, atau kontak resmi, hanya lokasi samar di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.