Jepang memiliki budaya kerja yang sangat menuntut. Karyawan kerap merasa harus menunjukkan loyalitas dengan bekerja lebih lama daripada jam kerja resmi. Lembur menjadi norma, bahkan dianggap sebagai bentuk dedikasi.
Tekanan untuk produktivitas, keengganan meninggalkan kantor lebih dulu daripada atasan, hingga kompetisi internal membuat banyak pekerja terjebak dalam rutinitas lembur berjam-jam setiap harinya.
Beberapa faktor pendorong karoshi meliputi:
Salah satu kasus paling terkenal adalah kematian Matsuri Takahashi pada 2016, karyawan muda perusahaan raksasa periklanan Dentsu. Dia bunuh diri setelah mencatat lembur lebih dari 100 jam dalam sebulan. Tragedi itu mengguncang Jepang dan memicu protes publik besar-besaran.
Sejak itu, pemerintah menetapkan aturan batas lembur ketat: maksimal 45 jam per bulan dan 360 jam per tahun, dengan beberapa pengecualian.
Namun, para pengamat mengatakan implementasinya masih jauh dari ideal, terutama di industri yang sangat kompetitif.