HTS pada dasarnya hanya mengendalikan Provinsi Idlib, Suriah, dan diperkirakan memiliki sekitar 30.000 pejuang. Idlib menjadi benteng terakhir wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata oposisi Suriah setelah pasukan rezim Bashar Al Assad yang dibantu Rusia dan Iran menggelar operasi besar-besaran pada 2017.
Meski demikian pengaruh HTS tak bisa dianggap sebelah mata. Organisasi ini memiliki kendali ekonomi atas sebagian besar wilayah dan sumber daya, termasuk minyak bumi sebagai pendapatan terbesar Suriah, termasuk di perbatasan Bab Al Hawa dengan Turki.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional, HTS sebagian besar mengandalkan keuangan mandiri. Bahkan HTS mengendalikan Syrian Salvation Government (SSG) yang berbasis di Idlib.
Bukan hanya itu, HTS juga mengumumkan kepada masyarakat Aleppo bahwa berbagai menteri SSG yang bermarkas di Idlib juga akan melayani provinsi tersebut.
HTS dipimpin Abu Mohammed Al Jaulani yang juga akan mencalonkan diri sebagai pemimpin Suriah masa depan pasca-rezim Assad.