Sejak partai BJP berkuasa, berbagai ekspresi keagamaan Muslim, mulai dari mengenakan hijab di sekolah, azan menggunakan pengeras suara masjid, hingga penamaan jalan, kerap dipersoalkan dan dijadikan isu politik. Kini, bahkan kalimat cinta kepada Nabi pun dianggap mengganggu ketertiban umum.
Rumah Dirobohkan, Konstitusi Dilanggar
Krisis ini tak berhenti di penangkapan. Di Bareilly, Uttar Pradesh, bentrokan pecah setelah demonstran memprotes tindakan polisi. Tokoh agama Tauqeer Raza ikut ditangkap, sementara empat bangunan miliknya dihancurkan tanpa proses hukum.
Fenomena perobohan rumah Muslim telah berulang di berbagai daerah India, dilakukan tanpa pemberitahuan atau perintah pengadilan, bertentangan dengan keputusan Mahkamah Agung yang menegaskan pembongkaran tidak boleh digunakan sebagai hukuman.
Namun, di lapangan, aturan hukum sering kali kalah oleh politik mayoritarian.