Media Pemerintah China Sebut Tragedi Tiananmen Tak Akan Terulang di Hong Kong

Anton Suhartono
Kendaraan tempur PAP China dikerahkan ke Shenzhen, perbatasan dengan Hong Kong (Foto: AFP)

Aksi unjuk rasa menentang RUU ekstradisi telah berlangsung selama 10 pekan. Demonstrasi diwarnai kerusuhan hingga pendudukan fasilitas transportasi, termasuk bandara, sehingga melumpuhkan aktivitas pergerakan warga dan perekonomian kota administratif itu.

Di sisi lain, gencarnya propaganda dan peringatan keras memicu kekhawatiran bahwa China mungkin akan mengintervensi, termasuk dengan mengerahkan militer.

Penempatan PAP di Shenzhen meningkatkan kekhawatiran bahwa China akan mengulangi peristiwa Tiananmen, di mana mahasiswa yang berdemonstrasi di jantung Beijing dibantai. Diperkirakan ratusan hingga ribuan orang tewas, meskipun tidak ada angka resmi.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton memperingatkan pada Kamis agar China tidak membuat Lapangan Tiananmen baru dalam menanggapi aksi unjuk rasa di Hong Kong.

China berulang kali menuding asing mengintervensi masalah di Hong Kong. Global Times, masih di editorial yang sama menyatakan, AS tidak akan dapat mengintimidasi China dengan mengangkat isi peristiwa berdarah 30 tahun lalu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo di Depan Istana Bogor Diwarnai Bakar Ban, Api Menyambar Mahasiswa dan Polisi

57 tahun lalu

Viral Turis Malaysia Hina Warga China Bau Badan, Netizen Murka!

57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

57 tahun lalu

Ada 2 Aksi Demonstrasi, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal