NEW YORK, iNews.id – Sebuah jaringan rahasia mata-mata dan komando dari AS dan negara-negara sekutunya dilaporkan terlibat dalam perang di Ukraina. Mereka berusaha membantu Kiev, termasuk dengan memberikan intelijen.
Sementara itu, puluhan komando dari sejumlah negara NATO juga bekerja di wilayah Ukraina, demikian The New York Times (NYT) melaporkan pada akhir pekan ini, dengan mengutip para pejabat AS dan Eropa.
Menurut surat kabar itu, pasukan Ukraina begitu bergantung pada bantuan dari Amerika Serikat dan para sekutunya, termasuk jaringan komando dan mata-mata tersembunyi yang menyediakan persenjataan, intelijen, serta berbagai pelatihan. Media AS itu juga mengatakan, sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan di luar Ukraina, misalnya di pangkalan-pangkalan di Jerman, Prancis, dan Inggris.
NYT mengungkapkan, puluhan pasukan komando dari negara-negara NATO seperti Inggris, Prancis, Kanada, dan Lithuania juga bekerja di Ukraina.
Tak hanya itu, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) secara diam-diam juga menggelar beberapa operasi di Ukraina, berbagi intelijen dari Washington DC. Padahal, pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya mengklaim bahwa mereka tidak akan mengerahkan pasukan AS ke Ukraina.