Dosen senior dari Departemen Teknik Kimia dan Bioteknologi Universitas Cambridge Graham Christie mengatakan, zat antivirus dalam lapisan masker membunuh virus dengan menembus membran pelindung luar.
Tidak seperti bagian tubuh lainnya dari virus, membran tetap sama pada semua jenis mutasi.
"Faktanya, Anda dapat mengubah seluruh genom virus dan itu tidak akan berpengaruh pada lapisan luar. Kami berharap melihat respons yang sama terlepas dari jenis virus corona-nya karena secara struktur semuanya sangat mirip," ujar Christie.
Masker itu diuji terhadap virus corona MHV-A56, yang struktur dan genetiknya mirip dengan Covid-19.
Andy Middleton, pendiri LiquidNano, perusahaan yang mendanai penelitian tersebut, mengatakan, apa yang dilakukan para ahli Cambridge mengikuti standar industri untuk pengujian virus pada material.
"Itu juga membuat beberapa adaptasi guna memberikan relevansi yang lebih dengan dunia nyata," ujarnya.
"Kami telah menggunakan zat antivirus yang terbukti dan mengembangkannya untuk bahan kain guna membuat masker yang ramah pengguna," tuturnya, lagi.