Masjid di Prancis Diancam Bakal Dibakar, Mendagri: Ini Tak Dapat Diterima

Antara
Ahmad Islamy Jamil
Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin. (Foto: AFP)

Perdana Menteri Jean Castex pada Selasa kemarin mengatakan kepada parlemen bahwa Prancis membutuhkan undang-undang yang melarang membahayakan nyawa orang lain melalui jaringan media sosial.

Insiden masjid dibakar atau menjadi sasaran vandalisme bukan hal yang asing di Eropa. Aksi Islamofobia pun makin marak di benua itu, yang sebagian di antaranya dibungkus dengan dalih kebebasan berekspresi.

Sebuah masjid di Kota Itzehoe, Schleswig-Holstein, Jerman, dibakar orang tak dikenal, Kamis (15/10/2020) pekan lalu. Takmir masjid menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepolisian Jerman mencatat, setidaknya ada 188 insiden Islamofobia sepanjang paruh pertama 2020. Data itu seperti diungkap oleh Kementerian Dalam Negeri Jerman pada awal Oktober ini.

Sedikitnya 15 masjid diserang dan puluhan Muslim mengalami kekerasan secara fisik ataupun verbal di jalanan maupun di tempat umum di Jerman. Sementara, sembilan orang lainnya mengalami luka akibat serangan dengan motif yang sama.

Sementara, di negara-negara Skandinavia (Denmark, Swedia, dan Norwegia), aksi pembakaran dan perobekan Alquran menjadi begitu marak dalam beberapa bulan terakhir.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

57 tahun lalu

Istana Bantah Kabar Prabowo bakal ke Italia usai Kunjungi Prancis

57 tahun lalu

PSG Juara Liga Champions, Suporter di Paris Malah Rusuh hingga Bakar Mobil

57 tahun lalu

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61,25 Triliun usai Lawatan ke Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal