“Kami sangat sedih dan prihatin oleh terjadinya serangan seperti itu yang menyasar masjid kami. Kami harap pihak berwenang mengambil tindakan yang diperlukan dan berharap serangan seperti itu tak terulang,” kata Emre Simsek, seorang penasihat anggota dewan DITIB.
Jerman diamuk rasialisme dan Islamofobia yang kian besar dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena itu dipicu oleh propaganda kelompok sayap kanan yang mengeksploitasi krisis pengungsi dan berusaha membuat orang Jerman mencurigai kaum imigran.
Menurut data terbaru, polisi mencatat paling sedikit 610 kasus kebencian Islamofobia sepanjang tahun lalu di seluruh Jerman. Sekitar 62 masjid diserang antara Januari hingga Desember tahun lalu, dan sedikitnya 39 orang terluka karena kekerasan anti-Muslim.
Angka tersebut juga termasuk puluhan kasus kebencian terhadap Muslim, kasus intimidasi, vandalisme, dan perusakan properti.
Berpenduduk lebih dari 84 juta orang, Jerman memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Jerman menjadi tanah air untuk hampir 5 juta Muslim.