Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai

Anton Suhartono
Iran masih memiliki ketidakpercayaan yang dalam kepada Amerika Serikat meski kedua negara segera menandatangani kesepakatan damai (Foto: AI)

Ia juga mengatakan AS harus memastikan bahwa Israel berkomitmen untuk menghentikan perang di Lebanon berdasarkan kesepakatan MoU.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret ketika kelompok Hizbullah melancarkan serangan ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Serangan Huzbullah itu memicu serangan dan invasi darat Israel ke Lebanon.

"Amerika Serikat harus menghormati komitmennya. Mereka harus memastikan bahwa rezim Zionis juga menghormati komitmennya sendiri terkait Lebanon," ujarnya.

MoU tersebut juga akan membuka jalan bagi negosiasi selama 60 hari AS-Iran untuk mencapai kesepakatan akhir, mencakup program nuklir Iranl dan pencabutan sanksi yang telah lama diberlakukan terhadap Iran.

“Kesepakatan akhir diharapkan akan disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB setelah periode 60 hari,” kata Baghaei, seraya menambahkan Iran  tetap akan belajar dari pengalaman masa lalu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

57 tahun lalu

Said Iqbal Ungkap Ribuan Pekerja di Jabar hingga Jatim Terancam PHK, Ada Apa?

57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal