Mantan Presiden Rusia Pastikan NATO Ada di Luar Konflik Rusia-Ukraina, Takut Kiamat Nuklir

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. (Foto: Reuters)

Menurut doktrin nuklir Rusia, presiden dapat menggunakan senjata nuklir jika negara menghadapi ancaman eksistensial, termasuk dari senjata konvensional.

Sekitar 90 persen dari hulu ledak nuklir dunia dipegang oleh Rusia dan AS. Sejauh ini, kedua negara masih menjadi kekuatan nuklir terbesar di dunia.

"Saya harus mengingatkan Anda lagi, untuk telinga tuli yang hanya mendengar diri mereka sendiri. Rusia memiliki hak untuk menggunakan senjata nuklir jika perlu," kata Medvedev tegas.

Dia menambahkan, hal itu akan dilakukan dalam kasus yang telah ditentukan dan sesuai dengan kebijakan negara.

Komentar Medvedev muncul saat Rusia bersiap untuk mencaplok sebagian besar wilayah Ukraina setelah referendum di wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina. Ukraina dan Barat telah mencela pemungutan suara sebagai palsu juga ilegal.

Medvedev, yang menyatakan dirinya sebagai presiden liberal dari 2008-2012, secara teratur mengeluarkan pernyataan yang agresif atau suka berperang, terutama dalam urusan luar negeri, tentang perang di Ukraina.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing

57 tahun lalu

Kesepakatan Pangkas Produksi Berlanjut, Dorong Harga Minyak Dunia

57 tahun lalu

Rusia Ancam Tindak Tegas Calo Tiket Piala Dunia 2018

57 tahun lalu

Trump Tersinggung Disebut 'Tua' oleh Kim Jong Un, tapi Ingin Berteman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal