Mantan Presiden Rusia: Biarkan AS Merangkak dan Memohon untuk Negosiasi Senjata Nuklir!

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev menegaskan Rusia tak bisa bernegosiasi soal perlucutan senjata nuklir saat ini (Foto: Reuters)

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyayangkan keputusan AS menarik diri dari INF.

"Rusia telah dan tetap berkomitmen pada perjanjian ini. Langkah seperti itu, jika diambil, akan membuat dunia semakin berbahaya," kata Peskov, pada Oktober 2018. 

Dia juga membantah tuduhan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Rusia melanggar kesepakatan INF. Kesepakatan itu diteken pemimpin kedua negara saat itu, Presiden Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev, untuk menyudahi krisis rudal balistik Uni Soviet yang menargetkan ibu kota negara-negara Barat. 

Peskov juga menegaskan pernyataan yang disampaikan Presiden Vladimir Putin bahwa Rusia tidak akan menyerang lebih dulu meskipun diancam dengan serangan nuklir. 

"Kami tidak merasa memiliki hak untuk melakukan serangan lebih dulu," katanya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario

57 tahun lalu

Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas

57 tahun lalu

Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal