Mantan Presiden Bolivia Morales Kecam AS karena Mengakui Pemerintahan Jeanine Anez

Anton Suhartono
Evo Morales (Foto: AFP)

Mahkamah Konstitusi mendukung naiknya Anez yang kemudian menunjuk 11 menteri serta panglima militer. Anez menunjuk mantan diplomat Karen Longari sebagai menteri luar negeri dan seorang senator sayap kanan Arturo Murillo sebagai menteri dalam negeri.

Dalam konferensi pers, Anez berjanji akan segera menggelar pemilu.

Pada kesempatan itu, Anez juga membantah telah mengudeta Morales.

"Tidak ada kudeta di Bolivia, yang ada pergantian secara konstitusional," ujarnya.

"Satu-satunya yang melakukan kudeta di negara ini adalah Evo Morales," katanya, merujuk pada referendum 2016 yang menghalangi mantan presiden untuk mencalonkan diri lagi, meski keputusan itu kemudian dibatalkan Morales melalui Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu di Ibu Kota La Paz, para pendukung Morales berunjuk rasa menentang Anez. Polisi anti-huru hara bentrok dengan ratusan pendukung Morales saat berjalan menuju istana kepresidenan, Rabu.

Di Kota Santa Cruz, seorang pria 20 tahun pendukung Morales tewas ditembak polisi saat berdemonstrasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal