Mantan PM Israel Ingatkan Netanyahu: Negara dalam Bahaya Besar!

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id – Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mendesak Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu agar menghentikan perombakan sistem peradilan di negara itu. Dia pun meminta Netanyahu untuk memulai negosiasi.

“Negara Israel berada dalam bahaya besar sejak Perang Yom Kippur (Perang Arab-Israel 1973). Saya meminta Perdana Menteri (Netanyahu) untuk mencabut surat pemecatan Gallant, menangguhkan reformasi (sistem peradilan) dan mengadakan negosiasi setelah Hari Kemerdekaan (Israel),” cuit Bennett di Twitter, Minggu (27/3/2023).

Berdasarkan penanggalan Kalender Ibrani, peringatan Hari Kemerdekaan Israel tahun ini jatuh pada 25–26 April.

Netanyahu memecat Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada Minggu (26/7/2023) waktu Palestina. Keputusannya itu memicu protes dari massa Israel.

Dalam mengumumkan pemecatan Gallant, Kantor Perdana Menteri Israel tidak menyebutkan nama pengganti ataupun memberikan informasi perinci lainnya. “Perdana Menteri Benjamin Netanyahu malam ini telah memutuskan untuk memberhentikan Menteri Pertahanan Yoav Gallant,” kata kantor itu, seperti dikutip Reuters, Sanin (27/3/2023).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal