Mantan Pemimpin IDF Sebut PM Netanyahu Sengaja Korbankan Sandera Israel demi Politik

Anton Suhartono
Mantan kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkritik keras PM Benjamin Netanyahu tak sungguh-sungguh mengkhiri perang di Gaza (Foto: EPA-EFE)

TEL AVIV, iNews.id - Moshe Ya’alon, mantan kepala staf angkatan bersenjata Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengkritik keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tak sungguh-sungguh memulangkan sandera yang ditahan di Jalur Gaza.

Dia bahkan menuduh Netanyahu sengaja mengorbankan nyawa tawanan warga Israel di Jalur Gaza demi membela kepentingan kelompok sayap di kabinet. Pemerintahan Netanyahu mendapat dukungan dari kelomnpom sayap kanan yang jika dicabut maka berakhirlah kepemimpinannya.

Kelompok sayap kanan Israel menentang kesepakatan gencatan senjata apa pun dengan Hamas. Dalam kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, yakni pada Akhir November 2023, pemulangan sandera menjadi bagian dalam perjanjian, disertai dengan pembebasan tahanan Palestina.

Kebijakan kontroversial kelompok sayap kanan lainnya adalah perang di Gaza harus dilanjutkan sampai Hamas dihancurkan, teori yang banyak pengamat menilai tak mungkin.

Kelompok ini juga menyerukan pendudukan kembali Jalur Gaza oleh Israel serta mengusir penduduknya ke Sinai di Mesir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jenderal Lebanon Dibunuh Israel, Hizbullah: Kejahatan Keji!

57 tahun lalu

AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya

57 tahun lalu

Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza

57 tahun lalu

Mobil Dibom Israel, Jenderal Angkatan Darat Lebanon Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal