Mantan Menhan Israel Sebut Netanyahu Lakukan Kejahatan Perang, Ingin Usir Warga Gaza

Anton Suhartono
Moshe Yaalon menyebut Israel melakukan kejahatan perang dan pembantaian etnis di Gaza (Foto: Carnegie Council)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Gideon Sa'ar juga menyebut tuduhan Yaalon tidak berdasar. Dia berdalih pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza sesuai dengan hukum internasional.

"Semua yang dilakukan Israel sesuai dengan hukum internasional, dan sangat disayangkan bahwa mantan Menteri Yaalon tidak menyadari kerusakan yang telah dilakukannya dan menarik kembali pernyataannya," kata Sa'ar.

Seruan untuk mencaplok Gaza Utara sebelumnya sudah disampaikan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. Menteri radikal sayap kanan itu mengatakan pencaplokan wilayah Gaza Utara perlu dilakukan karena Hamas tak kunjung membebaskan sandera Israel yang tersisa.

Komentar Smotrich tersebut seperti menunjukkan rasa frustasi pemerintah Israel karena operasi militer di Gaza yang sudah berlangsung setahun lebih gagal menemukan para sandera. Diperkirakan ada sekitara 100 sandera di Gaza, kemungkinan seperti hingga setengahnya telah tewas.

"Untuk memulangkan para sandera, kita harus menduduki seluruh Jalur Gaza utara dan memberi tahu Hamas bahwa jika para sandera tidak dipulangkan dengan selamat, kita akan tetap di sana selamanya," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas

1 hari lalu

Brutal, Pasukan Israel Bombardir Prosesi Pemakaman Warga Gaza, 7 Orang Tewas

2 hari lalu

Kejam! Israel Akan Kelilingi Penjara Tahanan Palestina dengan Banyak Buaya

2 hari lalu

Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal