Mantan Kepala Intelijen Somalia Ditahan di Djibouti, Ada Apa?

Umaya Khusniah
Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed atau yang kerap disapa Farmaajo. (Foto: Reuters)

Hingga saat ini, otoritas Djibouti belum mengeluarkan alasan penahanan Yasin. 

Pada 6 September, Perdana Menteri Somalia, Mohamed Hussein Roble memecat Fahad Yasin sebagai kepala Badan Intelijen dan Keamanan Nasional (NISA). Itu dilakukan beberapa bulan setelah pembunuhan misterius seorang agen intelijen wanita, Ikran Tahlil.

Perdana menteri memerintahkan jaksa agung untuk menyelidiki pembunuhan agen wanita NISA yang terbunuh pada bulan Juni. Namun, Farmaajo justru meminta Yasin untuk melanjutkan perannya. Dalam sebuah pernyataan, presiden menyebut pemecatan itu ilegal.

Kedua pemimpin, Roble dan Farmaajo, bersitegang atas perekrutan dan pemecatan di lembaga-lembaga keamanan negara. Hal ini memicu ketidakstabilan politik di negara itu. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya

57 tahun lalu

AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen

57 tahun lalu

AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal