Atas pertimbangan inilah PM Muhyiddin merencanakan pemilu Malaysia setelah pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir. Bersamaan dengan itu, Muhyiddin terdorong untuk memperbaiki hubungan dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), koalisi terbesar di Malaysia.
Muhyiddin mengatakan dia bertemu dengan presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi minggu ini guna menegaskan arah koalisi serta menghindari persaingan satu sama lain ketika pemilihan umum berlangsung.
"Saya tahu rakyat sudah muak dengan politik yang tak kunjung usai. Rakyat ingin pemimpin politik membantu mereka, bukan terus-menerus memperebutkan kekuasaan," kata Muhyiddin dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (28/11/2020).
Manuver PM Muhyiddin kembali menangkan Pemilu
Perdana menteri juga mengatakan yakin koalisi Perikatan Nasional (PN) akan diterima dengan baik oleh warga Malaysia pada pemilihan umum mendatang.
"Studi yang dilakukan menunjukkan tingkat penerimaan PN yang tinggi di kalangan warga Malaysia. Karena itu, Bersatu memutuskan untuk menggunakan logo Perikatan Nasional pada Pemilu ke-15," ujarnya.