Makin Gila, Kelompok Antivaksin Mulai Main Ancam Serangan Bersenjata

Ahmad Islamy Jamil
Kelompok antivaksin menggelar unjuk rasa di Kota Trento, Italia, 14 Agustus 2021. Mereka menolak pemberlakuan Green Pass sebagai syarat untuk masuk ke tempat-tempat tertentu. (Foto: Reuters)

ROMA, iNews.id – Pihak berwenang Italia pada Kamis (9/9/2021) memperingatkan adanya ancaman serangan bersenjata oleh kelompok antivaksin di negara itu dalam aksi unjuk rasa yang rencananya digelar akhir pekan ini. Polisi sedang menyelidiki delapan orang terkait dengan ancaman itu karena menyebarkan hasutan untuk melakukan kejahatan.

Sebuah pernyataan yang dirilis Kepolisian Italia mengungkapkan, saat ini aparat tengah memburu sejumlah orang lain yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan itu. Pencarian dilakukan di enam provinsi Italia, termasuk Milan, Roma, dan Venesia. 

Sementara, delapan orang yang saat ini berada dalam penyelidikan polisi adalah bagian dari kelompok yang mengklaim diri “para pejuang”. Polisi menduga mereka bersiap melakukan serangan selama demonstrasi yang dijadwalkan di Roma pada Sabtu (11/9/2021) dan Minggu (12/9/2021). 

Demo akhir pekan itu diadakan untuk menentang langkah Pemerintah Italia memberlakukan dokumen kesehatan Green Pass (semacam sertifikat vaksin di Indonesia) sebagai syarat untuk masuk ke sejumlah tempat tertentu selama pandemiCovid-19.

Para penyelidik menduga kelompok itu menggunakan aplikasi pesan Telegram untuk mengatur kegiatannya dan untuk mendorong orang-orang melakukan serangan di kota masing-masing, menurut pernyataan polisi. Namun, tidak disebutkan secara jelas apa yang menjadi target serangan kelompok itu.

Green Pass diperkenalkan di Italia pada musim panas ini sebagai bagian dari upaya mencegah infeksi virus corona, sekaligus mendorong masyarakat mau divaksinasi. Awalnya sertifikat vaksin itu diperlukan untuk memasuki tempat-tempat rekreasi dan atraksi budaya, namun kemudian diperluas secara bertahap cakupannya.

Pemberlakuan Green Pass telah menuai aksi protes di kalangan masyarakat Italia. Para penentangnya menilai kebijakan itu telah menginjak-injak kebebasan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

Selamat! Maarten Paes Resmi Lamar Luna Bijl di Italia: She Said Yes

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Italia Pertimbangkan Gugat Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal